Oleh: Anies Baswedan
Berapa jumlah guru yang masih hidup?” itu pertanyaan Kaisar Jepang sesudah bom atom dijatuhkan di tanah Jepang.
Kisah itu beredar luas. Bisa jadi itu
mitos, tetapi narasi itu punya konteks yang valid: pemimpin ”Negeri
Sakura” itu memikirkan pendidikan sebagai soal amat mendasar untuk
bangkit, menang, dan kuat. Ia sadar bukan
alam yang membuat Jepang menjadi kuat, melainkan kualitas manusianya.
Pendidikan jangan pernah dipandang sebagai urusan sektoral. Pendidikan
adalah urusan mendasar bangsa yang lintas sektoral. Hari ini 53 persen
penduduk bekerja kita hanya tamat SD atau lebih rendah, yang
berpendidikan tinggi hanya 9 persen. Pendidikan bukan sekadar
bersekolah, melainkan fakta itu gambaran menampar yang membuat kita
termenung.
Label:
Berita






